Halaman

Tampilkan postingan dengan label jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jaringan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juni 2011

Netflow, Mata-mata dalam Jaringan

Sebuah jaringan komunikasi data yang terawat dengan baik, tentu memiliki sistem monitoring yang baik pula. Netflow merupakan sebuah solusi untuk memata-matai isi dari jaringan Anda dengan lebih detail.
Jaringan komunikasi data Anda tentu harus digunakan sebaik-baiknya. Investasi perangkat switch, router, server, modem, koneksi Internet, dan banyak lagi perangkat jaringan yang tidak murah harganya, tentu harus dibayar dengan efektivitas melakukan pekerjaan. Pekerjaan yang Anda lakukan harusnya dapat lebih cepat terselesaikan dibandingkan dengan sebelum adanya fasilitas jaringan.
Komunikasi antarcabang, antarnegara, antar-supplier, antarpelanggan, dan banyak lagi seharusnya dapat dilakukan dengan mudah jika koneksi Internet sudah ada dalam jaringan ini. Jika sudah demikian, maka investasi yang Anda keluarkan tentu akan terbayar dengan cepat.
Namun, apa jadinya ketika jaringan yang seharusnya dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat tidak dapat digunakan untuk melewatkan data Anda. Problem lambatnya koneksi Internet, lambatnya koneksi antar-PC, komunikasi antar-PC yang tidak bisa dibangun, dan banyak lagi problem yang terjadi malah membuat Anda susah untuk bekerja sehingga menghambat pekerjaan yang harus diselesaikan. Tentunya investasi Anda akan sia-sia, bukan? Apalagi ketika jaringan Anda sudah terkoneksi ke Internet, koneksi yang berharga mahal tersebut akan terlewatkan sia-sia.
Jaringan yang tidak bekerja dengan baik memang dapat disebabkan oleh sangat banyak faktor. Saking banyaknya terkadang penyebab problemnya tidak terpikir oleh Anda, padahal terkadang sederhana saja penyebabnya. Bahkan ada beberapa pendapat yang mengategorikan problem di dalam jaringan sering kali berhubungan dengan kekuatan supranatural. Beginilah jadinya jika jaringan Anda tidak dimonitor dengan baik. Pendapat tersebut sama sekali tidak benar.
Untuk dapat menyelesaikan problem dengan cepat dan mudah, Anda sangat memerlukan bantuan sebuah system monitoring. Tidak mungkin monitoring jaringan dilakukan secara manual setiap saat. Sebuah sistem monitoring yang baik tentu akan memberikan report yang baik dan berguna bagi administrator jaringan tersebut. Report tersebut kemudian akan menjadi bahan analisis Anda yang dapat menjadi kunci bagi misteri problem jaringan Anda.
Sistem monitoring jaringan juga tidak sedikit jumlahnya. Mulai dari sistem monitoring sederhana yang hanya melakukan pengecekkan apakan sebuah perangkat masih aktif atau tidak, pengecekkan volume lalu-lintas data yang melewati sebuah perangkat, hingga yang rumit dan canggih seperti analisis paket-paket data apa saja yang lalu lalang di dalam sebuah perangkat jaringan, semuanya sudah tersedia dan dapat Anda gunakan sesuai kebutuhan.
Jika Anda membutuhkan system monitoring yang cukup canggih untuk mengetahui apa sih yang sebenarnya lalu-lalang di dalam jaringan Anda, mengapa tidak coba untuk gunakan fasilitas monitoring jaringan yang cukup canggih yang biasanya tersedia di perangkat jaringan high end. Fasilitas monitoring jaringan macam ini disebut dengan nama netflow.
Apakah Netflow?
Arti harafiah dari istilah “Flow” adalah sebuah aliran. Aliran yang dimaksud dalam sistem monitoring jaringan canggih ini adalah aliran data yang keluar dan masuk di dalam sebuah perangkat. Informasi aliran data inilah yang digunakan sebagai bahan analisis yang sangat penting. Sistem penulisan, pengiriman, perhitungan, dan pengaturan informasi yang berupa flow data inilah yang sering disebut dengan istilah sistem netflow.
Sistem perhitungan flow data sebenarnya bukan hanya netflow saja. Protokol Netflow sendiri sebenarnya adalah sistem perhitungan flow yang diciptakan oleh produsen perangkat jaringan terbesar di dunia yaitu Cisco System. Selain netflow, sebenarnya masih banyak protokol penghitung flow lainnya yang biasanya dikhususkan hanya untuk
perangkat-perangkat tertentu saja. Hal ini dapat terjadi karena tidak adanya persetujuan resmi untuk menentukan standardisasi dari sistem perhitungan flow ini. Maka dari itu, masing-masing vendor menciptakan sendiri-sendiri untuk perangkat mereka.
Jika di setiap perangkat jaringan bermerk Cisco dilengkapi dengan fasilitas protokol Netflow, di perangkat keluaran Riverstone dan Cabeltron ada sistem perhitungan flow bernama LFAP (Light-weight Flow Accounting Protocol). Kemudian ada juga perangkat yang menggunakan sistem sFlow yang sesuai dengan ketentuan RFC3176. Kemudian ada sistem CRANE pada perangkat bermerk XACCT, dan ada lagi beberapa protokol perhitungan flow yang jarang digunakan seperti IPFIX, RTFM, dan IPDR.
Semua sistem dan protokol tersebut bertujuan untuk memberikan laporan dan informasi mengenai apa “isi perut” dari komunikasi yang dilakukan melalui perangkat tersebut. Namun, yang akan banyak dibahas pada artikel kali ini adalah sistem monitoring yang menggunakan netflow. Hal ini dikarenakan pengguna perangkat bermerk Cisco memang mendominasi dunia jaringan komunikasi data saat ini. Jadi mengerti mengenai netflow beserta aplikasiaplikasinya cukup berguna untuk Anda.
Bagaimana Netflow Dihasilkan oleh Perangkat Jaringan?
Netflow hampir dapat dipasang di semua perangkat jaringan keluaran Cisco yang dilengkapi dengan sebuah processor khusus bernama ASIC. Jadi perangkat yang tidak dilengkapi processor khusus ini belum tentu bisa menghasilkan data flow untuk dianalisis.
Pada perangkat yang memungkinkan hal itu, Anda tinggal memasang perintah pada interface-intercae yang ingin Anda teliti traffic-nya. Perintah tersebut bagaikan sensor, ketika ada data sekecil apapun lewat melaluinya, maka sensor tersebut akan mengetahuinya, menganalisisnya, dan mengubahnya menjadi sebuah informasi statistik tentang karakteristik data tersebut. Informasi yang dimaksud bukanlah isi dari data Anda yang sesungguhnya, melainkan hanya karakteristik dari paket yang membawa data tersebut.
Interface yang dipasangi perintah sensor netflow hanya akan menangkap informasi paket yang masuk (inbound) ke dalam interface tersebut. Maksudnya adalah paket-paket data yang datang dari luar dan ingin masuk ke interface tersebutlah yang akan tercatat. Jadi dengan demikian, informasi yang Anda dapat hanyalah paket data apa yang masuk ke sumber tujuan, sedangkan yang keluar tidak pernah tercatat.
Dengan kondisi seperti ini, Anda yang ingin mendapatkan informasi yang lengkap (informasi inbound dan outbound) harus mengetahui terlebih dulu paket data Anda keluar dan masuk lewat interface yang mana. Setelah diketahui, pasanglah sensor pada interface-interface tersebut. Jika dipasang pada interface yang tepat, maka Anda akan mendapatkan informasi yang lengkap.
Mengapa Anda Perlu Tahu “Isi Perut” Komunikasi Data dalam Jaringan?
Sistem monitoring yang menggunakan netflow memang sangat berguna bagi para administrasi jaringan. Mereka tidak segan-segan bersusah payah untuk membuat sistem monitoring menggunakan data dari netflow. Mengapa demikian? Karena sistem monitoring jaringan sangat penting untuk dimiliki. Sistem monitoring yang baik adalah sistem yang dapat mengetahui lalulintas data dalam jaringan sedetaildetailnya hingga berakhir pada batas privasi si pemilik data. Selama tidak melanggar privasi dan kerahasiaan data, maka administrator jaringan bebas melakukan monitoring.
Dengan menggunakan sistem monitorning menggunakan netflow, maka Anda dapat mengetahui lalu-lintas data dengan lebih detail lagi. Informasi yang detail ini akan sangat berguna sebagai bahan analisis terhadap sifat dan tingkah laku jaringan Anda. Dengan melakukan analisis ini, setiap kejadian, insiden, maupun kegiatan sehari-hari yang berhubungan dengan jaringan dapat terpantau dengan baik tanpa terlewatkan. Baik untuk memonitor penggunaan jaringan dari dalam, seranganserangan dari luar, virus, program-program terlarang, semuanya bisa dimonitor dengan baik oleh fasilitas ini. Akhirnya informasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan-keputusan penting.
Informasi Apa yang Dapat Diberikan oleh Protokol Netflow?
Protokol netflow tidak hanya dapat memberikan informasi berapa besar bandwidth yang telah terjadi dalam sebuah interface, tetapi jauh lebih banyak daripada itu. Protokol netflow memiliki kemampuan menangkap semua aktivitas yang keluar masuk melalui sebuah interface, kemudian memilahpilah data tersebut berdasarkan fieldfield informasi yang ada di dalamnya, dan merepresentasikannya dalam format tabel yang rapi.
Informasi apa yang dibawa oleh protokol netflow bervariasi tergantung pada versi protokol netflow itu sendiri. Namun, informasi yang paling umum dan paling banyak dibutuhkan adalah informasi seputar Source dan Destination sebuah paket data, jenis port komunikasi apa yang digunakan dalam proses transfernya, waktu pengiriman maupun penerimaannya, flag-flag TCP yang ada di dalamnya, dan banyak lagi. Semua data tersebut sangat berguna bagi para administrator jaringan untuk melakukan analisis.
Ada Berapa Versi Protokol Netflow?
Seperti telah dijelaskan di atas, informasi apa saja yang ada di dalam data netflow ditentukan dari versi protokolnya. Versi dari protokol netflow menentukan komponen apa saja yang bisa Anda pakai sebagai bahan analisis terhadap jaringan yang dimonitor. Protokol netflow versi 1 merupakan protokol netflow yang kali pertama keluar. Kurang lengkapnya informasi yang diberikan membuat protokol versi 1 ini sudah tidak direkomendasikan untuk digunakan lagi.
Versi selanjutnya dari protokol netflow adalah versi 5. Dalam versi ini, informasi yang dikirimkan keluar dari perangkat jaringan jauh lebih banyak daripada versi sebelumnya. Informasi yang keluar dari protokol netflow versi 5 adalah sebagai berikut:
  • Source IP address: Alamat asal paket tersebut dikirim.
  • Destination IP address: Alamat tujuan ke mana paket tersebut akan dikirim.
  • Source TCP/UDP Application port: Port-port aplikasi yang digunakan oleh sumber pengirim data.
  • Destination TCP/UDP Application port: Port-port aplikasi tujuan yang akan dituju oleh data.
  • Next hop router IP address: Alamat router berikutnya yang akan dituju oleh paket data.
  • Input Physical interface index: Nomor index dari interface yang mana data tersebut masuk.
  • Output Physical interface index: Nomor index dari interface yang mana data tersebut akan keluar.
  • Packet count: Perhitungan flow berdasarkan besarnya paket data.
  • Byte count: Perhitungan flow berdasarkan besarnya byte data.
  • Start of flow timestamp: Timestamp untuk menandai awal mula flow data terjadi.
  • End of flow timestamp: Timestamp untuk menandai berakhirnya flow.
  • IP Protocol: Penanda protokol IP apa yang lalu-lalang dalam flow.
  • Type of Service byte: Informasi seputar field Type of Service.
  • TCP Flags: Informasi seputar TCP flag yang ada dalam sebuah paket.
  • Source AS number: Informasi yang menunjukkan dari AS number mana paket data tersebut berasal.
  • Destination AS number: Informasi seputar AS number dari mana paket tersebut berasal.
  • Source subnet mask: Informasi subnet mask dari alamat IP dari sebuah paket data yang akan keluar.
  • Destination subnet mask: Informasi subnet mask dari alamat IP yang dituju oleh sebuah paket.
Netflof versi 5 ini merupakan yang paling umum digunakan, meskipun masih banyak lagi versi yang lainnya seperti versi 7 yang hanya digunakan oleh perangkat switch Cisco, versi 8 yang ditambah fiturnya dengan kemampuan agregasi, dan versi 9 yang diklaim oleh pihak Cisco dapat menyediakan hampir semua informasi penting seputar jaringan mulai dari layer 2 sampai dengan layer 7 dan protokol OSI.
Apakah Fasilitas Netflow Dapat Mengganggu Performa Perangkat Jaringan?
Jika dilihat begitu lengkap dan padatnya informasi yang diberikan oleh netflow, maka Anda mungkin mengiri ini adalah pekerjaan berat buat perangkat jaringan. Namun ternyata pekerjaan itu tidaklah terlalu membebani perangkat jaringan, khususnya produk Cisco. Fasilitas ini menjadi tidak terlalu membebani processor utama dari perangkat dikarenakan fasilitas ini akan dijalankan dengan bantuan ASIC dari perangkat jaringan tersebut. Processor ASIC yang merupakan processor khusus untuk melakukan “pemikiran” pada level front, akan memproses semua informasi ini. Karena ASIC jauh lebih spesifik kemampuannya dari processor biasa, maka menjalankan fasilitas netflow menjadi tidaklah membebani.
Menurut sebuah penelitian, sebuah perangkat jaringan yang diberikan informasi flow sebesar 10000 akan menambah penggunaan CPU menjadi sekitar dibawah 4%. Untuk flow yang berjumlah 45000, maka tambahan CPU nya adalah sebesar di bawah 12%. Sedangkan untuk flow sebesar 65000 proses CPU tambahannya adalah sekitar dibawah 16% saja. Dengan demikian, mengaktifkan fasilitas netflow pada perangkat jaringan tidak terlalu mempengaruhi performanya secara keseluruhan.
Bagaimana Membuat Sistem Netflow?
Membuat sistem yang dapat menangkap, menampilkan, dan menganalisis informasi netflow sebenarnya relatif tidak sulit. Yang Anda butuhkan hanyalah perangkat komputer yang berspesifikasi cukup bagus dan dapat terkoneksi ke jaringan. Dalam membuat sistem netflow, ada tiga komponen penting untuk menjadikannya sebuah informasi yang layak untuk dibaca dan dianalisa oleh manusia. Ketiga komponen tersebut adalah Netflow collector, Netflow analyzer, Netflow reporter, dan Netflow presenter.
Netflow collector atau secara harafiahnya adalah pengumpul netflow merupakan sistem yang bertugas mengambil dan mengumpulkan informasi netflow yang dikirim dari perangkat jaringan. Informasi yang masih berupa data mentah dikumpulkan dan diubah menjadi sebuah file yang nantinya akan dibaca oleh Netflow analyzer. Netflow analyzer akan membaca data mentah tersebut kemudian menganalisisnya menjadi sebuah bentuk yang dapat dibaca oleh manusia. Setelah diubah bentuknya, maka data netflow tadi dikirim ke Netflow reporter. Di dalam Netflow reporter ini data informasi netflow tadi di pilah-pilah menjadi informasi yang memang Anda inginkan. Anda dapat menentukan informasi apa yang ingin Anda tampilkan di sini. Netflow reporter kemudian akan mengirimkan ketentuan-ketentuan yang telah Anda buat tersebut ke komponen Netflow presenter. Network presenter inilah yang akan membuat data netflow menjadi grafik, tabel, dan teks yang bisa Anda baca dengan nyaman. Semua informasi terpresentasikan dengan baik dan benar di sini sehingga Anda dapat melakukan analisa lebih lanjut.
Keempat komponen ini harus bekerja sama dengan baik untuk dapat menampilkan informasi dengan baik. Tanpa adanya kerja sama yang baik antara keempat komponen ini atau bahkan salah satunya saja tidak ada, maka Anda tidak akan mendapatkan informasi netflow tersebut.
Aplikasi-aplikasi Pendukung Netflow
Aplikasi-aplikasi pendukung netflow sebenarnya dapat dibagi atas empat komponen penting tersebut. Dalam percobaan, kami menggunakan operating system Linux untuk membuat system netflow. Dipilih menggunakan Linux karena Anda akan mendapatkan semua program pendukung tersebut tanpa harus membayar sepeser pun dan tanpa harus melakukan kejahatan pembajakan. Mudah dan nyaman, bukan?
Setelah Linux tersedia, kami menggunakan program flow-tools sebagai Netflow collector. Program ini memiliki kemampuan menangkap informasi netflow yang dikirim dari perangkat jaringan dan kemudian meneruskannya kembali ke perangkat lain.
Untuk program Netflow analyzer, kami menggunakan program Flowscan yang sangat mudah dikonfigurasi dan dijalankan. Untuk program Netflow reporter-nya, kami gunakan program JKFlow yang memiliki fasilitas lengkap dalam melakukan filtering data apa saja
yang ingin ditampilkan. Setelah semuanya siap, program Netflow presenter-nya kami menggunakan program RRDtool, yang dapat menghantarkan Anda grafik realtime yang dipresentasikan dengan sistem round robin database.
Semua dinstal dengan mengikuti petunjuk yang diberikan dan dikonfigurasi sesuai keinginan kami. Hasilnya adalah sebuah grafik yang cukup informatif yang ditampilkan oleh komponen dari JKFlow.
Informasi Berguna di Mana-mana
Informasi yang diberikan oleh protokol netflow memang terbilang cukup lengkap untuk sebuah proses analisis. Dari sini Anda dapat mengetahui alamat IP yang dituju, dari mana traffic data berasal, berapa nomor port aplikasi yang digunakan dan ditujunya, serta masih banyak lagi. Ternyata, informasi yang begitu lengkap ini tidak hanya dapat digunakan oleh proses monitoring, namun ada beberapa perangkat yang menggunakan informasi tersebut sebagai bahan pertimbangan pemberian bandwidth, sebagai perangkat intrusion detection, firewall, dan banyak lagi. Maka dari itu, monitorlah perangkat Anda mulai sekarang dengan menggunakan netflow. Selamat mencoba!

Asterisk

Asterisk merupakan open source software yang biasanya digunakan untuk membangun suatu sistem layanan komunikasi serta memberikan kemudahan kepada penggunanya untuk mengembangkan layanan telepon sendiri dengan kustomisasi yang seluas-luasnya diberikan kepada pihak pengguna. Dari pengertian open source sendiri berarti setiap pengembang dapat melihat dan mengubah source code yang ada, sehingga aplikasi-aplikasi yang ada dapat ditambahkan dengan mudah oleh setiap pengembang. Asterisk juga dapat dikatakan sebagai PBX yang lengkap dalam bentuk perangkat lunak, dan menyediakan semua fitur seperti PBX. Kelebihan Asterisk adalah dapat jalan dibanyak platform OS, antara lain Linux, Windows, BSD, dan OS X, dan juga dapat melakukan koneksi dengan hampir semua standar yang berbasis teleponi, dengan menggunakan hardware yang tidak begitu mahal sebagai gateway-nya.

Gambar 1. Asterisk Architecture


Banyak fitur yang disediakan, diantaranya Voicemail, Call Conferencing, Interactive Voice Response, Call Queuing, Three Way Calling, Caller ID Service, Analog Display Service Interface, Protokol VoIP SIP, H323 (sebagai client dan gateway), IAX, MGCP (hanya menyediakan fungsi call manager), SCCP/Skinny, dan masih banyak lagi fitur yang disediakan Asterisk.

Gambar 2. Detailed Asterisk Architecture


Didalam Asterisk ada yang dinamakan dengan Asterisk’s core, bagian ini merupakan inti dari Asterisk, bagian ini terdiri dari beberapa sub-bagian lagi yang akan menjalankan beberapa aturan kritis yang berguna untuk menjalankan software. Penjelasan berikut akan menguraikan sub-bagian seperti yang telah dijelaskan di atas, yang pertama adalah Dynamic Module Loader, sub-bagian ini berfungsi untuk me-load dan menginisialisasikan setiap driver yang menyediakan channel driver, format file, call detailed record, codec, aplikasi dan lain-lain, dan menyambungkan berbagai aplikasi tadi ke internal API yang sesuai, seperti Asterisk Channel API, Asterisk Format API, Asterisk Application API, Codec Translator API. Yang selanjutnya adalah Asterisk’s PBX Switching Core, berfungsi untuk menangai panggilan yang masuk kearah Asterisk, panggilan dapat datang dari berbagai interface, seperti yang tertera pada Gambar 2.8, lalu kemudian meng-handle panggilan yang masuk tersebut berdasarkan dialplan, dialplan merupakan aturan yang dibuat tentang bagaimana meng-handle nomor ekstensi yang masuk kearah server. Yang ketiga adalah Application Launcher, merupakan sub-bagian yang berfungsi untuk memberikan sinyal ringing ke nomor ekstensi yang dituju, sambungan ke voicemail, dan sebagainya. Asterisk’s core juga menyediakan Scheduler dan I/O Manager yang dipakai oleh driver and berbagai aplikasi di atas. Yang terakhir adalah Codec Translator, merupakan subbagian yang mengizinkan dua user yang saling berkomunikasi dapat menggunakan codec yang berbeda. Kegunaan dan fleksibilitas Asterisk terletak pada aplikasi, codec, channel drivers, file formats, dan lainnya.

Untuk menkonfigurasi Asterisk dibutuhkan beberapa file yang harus diatur dan yang paling penting atau utama supaya Asterisk dapat berjalan adalah pengaturan dialplan, yaitu skema atau urutan otentifikasi pada saat menggunakan sambungan VoIP. Untuk pengaturan semua file konfigurasi Asterisk berada pada direktori /etc/asterisk dan untuk pengaturan dialplan dilakukan di extension.conf, sedang untuk otentifikasi user dengan nomor telepon dan password menggunakan file sip.conf karena dalam laporan ini protokol yang digunakan adalah SIP. Sedangkan untuk pengaturan direktori mana saja yang akan diakses oleh asterisk dikonfigurasi di file asterisk.conf.

Asterisk Dialplan

Yang menjadi pokok pembicaraan atau inti dari laporan tugas akhir ini adalah Asterisk Dialplan yang dikonfigurasi pada file /etc/asterisk/extension.conf. File konfigurasi "extensions.conf" mengandung "dialplan" dari Asterisk, rancangan utama dari control atau aliran eksekusi dari semua operasinya. Ini mengatur bagaimana panggilan masuk dan keluar diatur dan dialihkan. Disini tempat mengkonfigurasi perilaku dari semua sambungan yang melalui PBX yang dipantau.

Isi dari "extensions.conf" diatur per bagian yang bisa bersifat pengaturan dan pengartian tetap, atau untuk komponen dialplan eksekusi dimana disebutkan sebagai contexts. Bagian yang digunakan untuk mengatur adalah general dan globals dan nama dari contexts ditentukan oleh system administrator. Tipe khusus dari contexts adalah macros, yang penamaannya diawali dengan macro-. Ini adalah pola eksekusi yang bisa digunakan secara berulang seperti prosedur pada bahasa pemrograman. Bagian-bagian dari extensions.conf dimulai dengan nama dari bagian itu di dalam kurung kotak. Ini memberikan file extensions.conf struktur yang mirip seperti .ini pada Windows. Penjelasan singkat per bagiannya (ada di TA):

AEL

Asterisk Extension Language (AEL) adalah sebuah program atau alat yang diciptakan oleh para pengguna Asterisk yang merasa kesulitan dalam pengolahan extension.conf atau dalam kata lain adalah Asterisk Dialplan. Secara sederhana pengertian atau kegunaan dari AEL adalah sebagai pendekatan bahasa pemrograman pada Asterisk Dialplan.
AEL adalah sebuah sintaks yang kompleks karena mengandung 4 bahasa atau sintaks yang berbeda dalam pembangunannya dan pengaturannya, yaitu :
  1. AEL Syntax itu sendiri sebagai bahasa pengolahannya.
  2. Expression syntax, yang merupakan semua ekspresi atau perntaan yang berada pada $[...]. Semua yang terkandung didalamnya diatur oleh AEL, termasuk pernyataan if dan while.
  3. Variable Reference Syntax, yang merupakan semua yang terkandung didalam ${...}. Dimana tidak hanya dapat memasukkan variable disana, bahkan fungsi fungsi dan manipulasi string dapat dijalankan juga disini.
  4. Syntax yang menjadi dasar dari AEL tapi tidak digunakan oleh AEL secara langsung yaitu Extension Language Syntax, yaitu bahasa pembangun dari extension.conf.
AEL parser (pbx_ael.so) ini terpisah secara utuh dari modul yang memparsing extensions.conf (pbx_config.so). Untuk menggunakan AEL, hal yang harus dilakukan adalah modul pbx_ael.so harus dijalankan oleh Asterisk. Ini semua dapat berjalan otomatis dengan menggunakan perintah 'autoload=yes' pada /etc/asterisk/modules.conf. Dimana pada saat modul dijalankan akan mencari 'extensions.ael' pad /etc/asterisk/. Baik extensions.conf maupun extensions.ael bias digunakan secara bersamaan jika diperlukan atau diinginkan. Sebagian pengguna pasti tetap berkeinginan mempertahankan extensions.conf untuk fiturfitur yang dikonfigurasi pada seksi utama dari extensions.conf.
Keterbatasan pada AEL:
  1. Setiap kurung tutup ’}’ harus diakhiri dengan’;’, termasuk statement if, context, macro, extension, switch dll. Jika tidak maka statement setelah kurung tutup dan sebelum titik koma akan dihiraukan, dan tidak memunculkan peringatan sehingga sulit untuk di debug.
  2. Tidak boleh ada statement kosong. Jika terpaksa ada masukkan NoOp() diantaranya, atau kesukaran dalam debug akan muncul.
  3. Jangan menggunakan titik dua ':' kecuali membangun label, parser tidak memeriksa apakah titik dua terdapat dalam tanda kutip, atau salah satu fungsi panggilan (bahkan satu seperti noop, jika baru mencoba untuk mencetak debug). Untuk menggunakan titik dua yang diperlukan untuk MACRO-EXIT dan pilihan panggilan, dapat diatur pada variabel global untuk titik dua ':' di extensions.conf, dan panggil variabel sesuai yang diperlukan dalam AEL skrip. Ini adalah cara kasar, tetapi ini memebua fitur ini berfungsi dengan baik.
  4. Dalam penggunaan label, tidak boleh menempatkannya di akhir makro atau extension dalam context, masukan setidaknya satu perintah (seperti NoOp) masih ada setelah label, atau label tidak akan ditambahkan ke dialplan. (Hal ini terkadang perlu untuk menempatkan label pada akhir sebagai cara mengeluarkan perintah goto untuk menangani kesalahan kondisi).
  5. Dalam statement switch, tidak sederhana menggunakan goto untuk label dalam context/extension/macro yang sama karena statement switch membuat extension baru di context berjalan untuk setiap kasus, harus disebutkan lokasinya secara utuh dari label di context berjalan, seperti "goto s | mylabel" bukan "mylabel goto", atau hindari menggunakan statement goto dalam statement switch. Ketika melakukan panggilan 'FastAGI' harus menyertakan backslashes, misalnya: AGI(agi:\/\/127.0.0.1\/...).